Pilgub Jatim 2018

Sri Untari: KPU Harus Maksimalkan Penggunaaan Anggaran untuk Sosialisasi

Home / Berita / Sri Untari: KPU Harus Maksimalkan Penggunaaan Anggaran untuk Sosialisasi
Sri Untari: KPU Harus Maksimalkan Penggunaaan Anggaran untuk Sosialisasi Sekretaris DPD PDI Jawa Timur Sri Untari usai menghadiri rilis hasil survey Pilgub Jatim oleh Surabaya Survey Center (SSC) di Hotel Yellow Jemur Sari Surabaya. Jum'at 27/04/2018 (FOTO: Arul Nasrullah/TIMES Indonesia)

TIMESNATUNA, SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Jatim Sri Untari, mengharapkan agar Komisi Pimilihan Umum (KPU) Jatim lebih masif menjalankan sosialisasi ke seluruh daerah-daerah di Jawa Timur. Pasalnya banyak ditemui di daerah-daerah pelosok, Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang sedikit. Bahkan masih ada yang tidak ada terpasang.

"Saya ingin menyampaikan pada temen-teman KPU, Saya sudah sering ke pelosok-pelosok. Dan masih sangat kurang gambar dan spanduk yang terpasang," ungkap wanita yang juga anggota DPRD Jatim ini.

Untari juga berharap agar KPU Jatim mampu menggunakan anggaran yang telah disepakati sebelumnya di Dewan dengan semaksimal mungkin agar tercipta pemilu yang demokratis dan diketahui oleh seluruh masyarakat

"Saya juga berharap anggaran yang dulu sudah dengan skenario menyusun APK itu cukup, tolonglah itu diwujudkan," tambahnya

Hal ini diungkapkan karena Untari melihat sendiri dan sering mendapatkan laporan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak tahu secara pasti kapan Pilgub Jatim itu digelar. 

Hal ini disampaikan Untari usai Surabaya Survey Center (SSC) memaparkan hasil surveinya. Salah satu hasi survei tersebut menyatakan orang yang bisa menyebutkan tanggal, bulan dan tahun Pilgub Jatim  berlangsung sebesar 21,4%, yang mampu menyebut bulan dan tahun saja 25,3%, yang mampu menyebut tahun 33,5%, dan yang tidak tahu/tidak mengerti 19,8.

"KPU sebagai institusi penyelenggara berkewajiban untuk melakukan sosialisasi secara masif, pilgub ini hajat masyarakat," tegasnya

Apalagi menurut Untari, tidak ada kendala dalam Pilgub Jatim saat ini dan waktu untuk KPU melakukan sosialisasi sudah lebih dari cukup.

"Menurut saya pilgub kita aman-aman saja. Tak ada yang epo-epo. Waktu untuk KPU melakukan sosialisasi lebih dari cukup,"

Apalagi Untari menilai bahwa partai juga dibatasi dalam melakukan sosialisasi, banyak APK yang dipasang di rumah kader partai juga dihalangi dan sempat juga ada pihak panwas yang datang menurunkan lalu merobek APK yang dipasang.

Padahal menurut Untari partai juga butuh melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan kandidatnya pada masyarakat dan simpatisannya.

"Kita-kita juga dibatasi, APK-APK kami juga dibatasi. Kita pasang APK di rumah kita sendiri saja didatangi oleh panwas. Ini namanya pilgub, kan partai juga butuh sosialisasi," ungkapnya geram.

Terakhir Untari mengharapkan sinkronisasi antara KPU dan Bawas harus tetap dibangun. 

"Kalau kita ingin pilgub jatim ini diinginkan, banyak masyarakat yang tahu. Maka jangan kemudian ketika kita pasang APK jangan kemudian didatangi dicopot dan sobek. Lalu kapan kita mau bersosialisasi," tegas Sri Untari(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com