Pendamping PKH Lamongan Bantah Terlibat Kampanye

Home / Berita / Pendamping PKH Lamongan Bantah Terlibat Kampanye
Pendamping PKH Lamongan Bantah Terlibat Kampanye Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Lamongan 1 dan 2, Dwi Hari Mulyono dan Bayu Kurniawan, saat memenuhi panggilan Panwaslu Kabupaten Lamongan, Jumat, (27/4/2018). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESNATUNA, LAMONGAN – Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Bayu Kurniawan, membantah oknum PKH terlibat kampanye terselubung.

“Hari ini kita diminta klarifikasi terkait pemberitaan di media terkait keterlibatan pendamping PKH yang kemarin dilaporkan menyebarkan stiker salah satu Paslon,” kata Korkab 1, Dwi Hari Mulyono, seusai memenuhi panggilan Panwas Kabupaten Lamongan, Jumat, (27/04/2018).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kotamin, warga Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, melapor ke kantor Panwaslu Kabupaten Lamongan, Rabu (25/04/2018) lalu.

Kotamin melapor karena menemukan oknum yang diduga Pendamping PKH di Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng mengajak dan membagikan stiker untuk memilih salah satu Paslon yang maju dalam Pilgub Jatim.

“Yang dilaporkan kemarin itu Lilis Maisaroh, dan dia ini bukan pendamping PKH Lamongan, juga tidak terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM),” tuturnya menguraikan.

Bantahan senada juga disampaikan Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Lamongan 2, Bayu Kurniawan. Ia menegaskan, tak ada pendamping PKH yang mengajak dan membagikan stiker untuk mendukung salah satu Paslon Pilgub Jatim ke warga di Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng.

"Setelah melakukan klarifikasi ternyata tidak ada pendamping PKH yang kampanye dan membagikan stiker salah satu Paslon di Pilgub Jatim kepada warga," ucapnya.

Bayu menegaskan, yang terjadi di lapangan sebenarnya diduga ada salah satu warga yang membagikan stiker kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan tidak diketahui Pendamping PKH yang menjadi fasilitator di Desa Kendalkemlagi.

"Pendamping PKH tidak ada urusannya dengan Pilkada atau kampanye. Tugas pendamping PKH adalah sebagai fasilitator program Kementerian Sosial kepada warga khususnya Keluarga Penerima Manfaat," ucap Bayu menambahkan.

Bantahan serupa juga disampaikan Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Karanggeneng sekaligus Pendamping PKH di Desa Kendalkemlagi, Kholis Fahmi. “Kalau ada pembagian stiker saya tidak tahu," ujarnya.

Kholis Fahmi mengaku tidak memiliki keterkaitan dengan nama terlapor dengan inisial LM warga yang diduga Pendamping PKH dan dilaporkan ke Panwaslu atas dugaan kampanye terselubung. "Nama warga yang dilaporkan itu kan bukan pendamping PKH Lamongan dan tidak tercatat sebagai penerima manfaat," katanya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com