Ada PKH Dipolitisasi, Gus Ipul: Pendamping Harus Profesional

Home / Berita / Ada PKH Dipolitisasi, Gus Ipul: Pendamping Harus Profesional
Ada PKH Dipolitisasi, Gus Ipul: Pendamping Harus Profesional Gus Ipul usai mengisi acara Fatayat NU Sidayu di GOR Kromo Wijoyo Gresik (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESNATUNA, GRESIK – Soal temuan kampanye terselubung gambar paslon yang disisipkan ke dalam dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten LamonganCalon Gubernur (Cagub) Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai seorang pendamping PKH harus profesional.

Sebelumnya, dilaporkan dugaan penggunaan PKH di Lamongan untuk sosialisasi salah satu pasangan calon yang berkontestasi di Pilgub Jatim. PKH dibagikan dengan disertai gambar paslon.

"Ya, mendengar dari beberapa media, harusnya para pendamping PKH profesional dan kuat iman," kata Gus Ipul usai menghadiri Kegiatan Isra Mikraj yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kromo Wijoyo, Sidayu, Jumat (27/4/2018).

Gus Ipul membeberkan, temuan dana PKH yang dipolitisasi itu menodai demokrasi. "Ini tentu menodai Pilkada, pendamping harusnya profesional," tambah dia.

Publik perlu mengetahui bahwa jumlah keluarga penerima manfaat PKH di Jawa Timur saat ini mencapai 1,5 juta keluarga.

Namun untuk menjalankan program ini, setidaknya ada 7.000 pendamping PKH yang direkrut dan digaji dengan uang negara. Para pendamping inilah yang rawan dipengaruhi untuk kepentingan politik praktis.

"Ada 1,5 juta kepala keluarga yang mendapatkan dana PKH ini. Kita bersyukur dengan adanya program Pak Jokowi ini," jelas Cagub Jatim Saifullah Yusuf. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com